Arus Kas dan Dana Darurat

0 0
Read Time:57 Second

Arus Kas dan Dana Darurat merupakan bagian pertama dari Pondasi Perencanaan Keuangan yang artinya kedua hal ini sangat penting untuk kita pelajari.

Pembagian alokasi Arus Kas rutin bulanan (Penghasilan tetap) secara umum dibedakan menjadi 5 Kelompok, yaitu :

Biaya Hidup, maksimal alokasinya 45% dari penghasilan rutin bulanan
Hutang, maksimal alokasinya 35% dari penghasilan rutin bulanan
Investasi, minimal alokasinya 10% dari penghasilan rutin bulanan
Asuransi, minimal alokasinya 10% dari penghasilan rutin bulanan
Sedekah/Sosial, alokasinya 2,5% – 10% dari penghasilan rutin bulanan

Arus Kas ini perlu di-anggarkan dan di-monitor setiap bulan, caranya bisa dengan menggunakan aplikasi android (misalnya Finansialku, Alami, dll) maupun menggunakn spreadsheet/Excel.

Selain Arus Kas, perencanaan Dana Darurat juga penting sebagai salah satu Pondasi Keuangan. Besarnya Dana Darurat yang disarankan sebesar 3-6 kali pengeluaran rutin bulanan atau bahkan hingga 12 kali jika sudah memiliki tanggungan. Penempatan Dana Darurat ini sebaiknya dalam bentuk yang paling aman (resiko rendah), mudah di akses dan likuid seperti Tabungan, Emas, Deposito ataupun Reksadana Pasar Uang.

Berikut Tabel contoh pembagian alokasi Arus Kas dan Dana Darurat jika anda memiliki penghasilan rutin sebesar 10 juta, 30 juta maupun 50 juta rupiah.

#semuamampusejahtera
#financialplanning
#perencanaankeuangan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!