Bagaimana Strategi Untuk Mengetahui Market Bisnis Anda

Bagaimana Strategi Untuk Mengetahui Market Bisnis Anda

Sebelumnya kita telah belajar tentang 8 Aspek Penting Untuk Membangun Bisnis Anda.

Nah hari ini kita akan membahas tentang bagaimana cara kita mengetahui market bisnis kita, hal yang sering diabaikan namun sebenarnya sangat penting dalam membangun bisnis.

Perbedaan antara bisnis dan hobby adalah mengetahui bahwa produk kita layak secara komersial.

*Kita perlu mengetahui pasar, pesaing, dan calon pelanggan kita*
Penelitian menyeluruh akan membantu kita dalam menemukan celah di pasar.

Tapi kita tidak boleh merasa kecewa jika ide tersebut telah dicoba sebelumnya – selama kita memiliki nilai jual yang unik dan dapat menambahkan nilai ke pasar, kita tetap dapat lebih maju dibandingkan pesaing kita.

Terkadang, entrepreneurs sering mengabaikan kebutuhan untuk riset pasar.

Ketika telah memiliki suatu ide bisnis, banyak yang langsung terjun tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Misalnya saja, ketika kita ingin liburan, tentunya kita telah melakukan riset tentang destinasi kita, atau mendengarkan pengalaman teman yang telah pernah kesana, atau mendengarkan penjelasan dari travel agent.

Atau jika kita ingin membeli mobil, tentunya kita tidak akan membeli mobil tersebut tanpa memastikan kita telah mendapatkan penawaran yang bagus, kan?

Sama seperti halnya mengembangkan bisnis.

Melakukan riset adalah *salah satu fondasi yang kuat untuk setiap bisnis yang sukses.* 

Bahkan bukan hanya ketika Anda baru mau mulai menjalankan bisnis. Meskipun bisnis kita telah berjalan lama pun, kita tetap butuh melakukan riset agar bisnis kita selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu hal yang paling penting dalam melakukan riset pasar adalah *mengetahui target pasar kita.*

Sebaik apapun produk atau teknik marketing kita, jika kita salah memilih dan menentukan target pasar kita, maka hasilnya akan sia-sia saja.

Tentunya akan sulit sekali untuk menargetkan semua orang sebagai pasar kita, apalagi jika usaha kita masih tergolong kecil.

Bahkan, dengan target pasar yang tepat, usaha kecil dapat bersaing secara efektif dengan perusahaan besar.

Menargetkan pasar tertentu bukan berarti bahwa kita mengecualikan orang yang tidak sesuai dengan kriteria kita.

Sebaliknya, mengenal target pasar kita memungkinkan kita untuk lebih memfokuskan biaya pemasaran dan pesan merek kita pada pasar tertentu yang akan lebih cenderung untuk membeli dari kita dibandingkan dengan pasar lain.

*Ini adalah cara yang jauh lebih terjangkau, efisien, dan efektif untuk menjangkau client potential dan menghasilkan bisnis*

Ada beberapa hal penting terkait dengan target market :

*1. MENJADI SPESIALIS*
*Salah satu hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki produk atau service kita sehingga kita tidak mencoba menjadi “all things to all people” atau semua hal bagi semua orang. Namun, *jadilah spesialis di salah satu bidang dan kuasai pasar disana!*

Jika Anda pecinta sushi , pasti tahu tentang seorang Master atau Oyakata Chef Sushi Jiro Ono, pemilik restoran Sushi Sukiyabashi Jiro di Jepang yang sangat legendaris, dimana untuk menikmati sushi ini, kita harus merogoh kocek sekitar $300 (30.000 yen plus tax).

WOW  banget yaahh…

Meskipun mahal, tapi ngantri banget lohhh..

Menjadi spesialis pada bisnis restoran sushi yang dilakukan oleh Chef Jiro Ono ini membuat bisnis restorannya menjadi sangat terkenal

Ia begitu perfeksionis dalam pelayanan dan produk, selalu mengutamakan mutu dalam penyajian dan pelayanan bahkan ia juga mengajarkan para konsumennya teknik memakan sushi yang benar, interesting yah..

Tak heran jika produk sushinya dapat dijual dengan harga yang sangat mahal.

*Ketika Anda telah memutuskan pekerjaan Anda, Anda harus membenamkan diri dalam pekerjaan Anda. Anda harus jatuh cinta dengan pekerjaan Anda – Chef Jiro Ono*

Dari kisah Chef Jiro Ono ini kita dapat belajar bahwa ketika menjadi spesialis di salah satu industri bisnis, Chef Jiro Ono telah menargetkan pasar nya adalah *para pecinta sushi yang tidak segan merogoh kocek nya untuk menikmati sushi di restorannya*

Ia memahami kebutuhan para pecinta sushi yang ingin merasakan _experience_ yang berbeda ketika mengunjungi restoran miliknya, memberikan pelayanan dan penyajian sushi yang bermutu, sehingga menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya dan harga pun bukan menjadi hambatan bagi para pelanggannya ini.

*Spesialisasi bisnis juga secara tidak langsung menuntut kita untuk selalu melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan dalam produk dan layanan kita.*
Dan demikian, hal ini dapat pula berpengaruh terhadap peningkatan bisnis kita secara keseluruhan.

*2. PELAJARI DAN TEMUKAN NICHE MARKET*
*Niche Market adalah adalah *pasar yang yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu.*
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menemukan niche market untuk bisnis kita :

*a. Identifikasi ketertarikan dan passion/minat kita* 
Sesuai dengan pembahasan yang lalu, *sangatlah penting untuk mengetahui passion dan bidang yang kita kuasai dan sukai*.

Menjalankan bisnis tidaklah mudah, dan mungkin pada suatu titik tertentu, ada saja masalah yang menguji kita. Jika kita bekerja di area yang tidak kita sukai, peluang kita untuk berhenti dan menyerah akan jauh lebih meningkat, apalagi jika kita baru pertama kali membangun bisnis.

Berikut beberapa petunjuk untuk membantu kita dalam menentukan passion kita :
• Tuliskan minimal 10 hobby dan ketertarikan kita
• • Coba renungkan, bagaimana kita suka menghabiskan waktu luang kita?
• Topik apa yang paling kita sukai?
• • Sumber daya apa saja yang kita miliki?
• Klub atau organisasi apa yang kita ikuti?
• • Hal apa yang ingin kita pelajari lebih lanjut?

*b. Identifikasi problem/masalah yang dapat kita pecahkan dengan produk kita* 
Untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan, kita harus terlebih dahulu menemukan masalah yang dialami target market kita, kemudian tentukan apakah kita benar-benar dapat menyelesaikannya.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengidentifikasi masalah :
• Lakukan percakapan langsung dengan target market dan tanyakan apa yang menjadi masalah mereka dan apa yang mereka harapkan
• • Lakukan research pada forum-forum diskusi atau media social untuk melihat topik apa yang sedang didiskusikan, pertanyaan apa yang sering ditanyakan orang-orang? Masalah apa yang mereka miliki?

Kemudian coba pikirkan :
• Apakah ada orang yang akan tertarik membeli produk atau jasa yang ingin kita tawarkan?
• • Apakah orang-orang bersedia untuk mengeluarkan uang untuk produk atau jasa kita?
• Apakah produk atau jasa kita bisa membantu customer kita?
• • Apakah kita sudah memahami apa yang mendasari target market kita dalam mengambil keputusan pembelian?
• Dll.

*c. Kenali Customer Kita* 
Jika kita sudah memiliki bisnis, coba kita teliti, siapakah customer-customer kita dan mengapa mereka membeli dari kita?

Kita juga bisa mencari kesamaan karakter, kesukaan, atau preferensi dari customer kita, misalnya produk apa yang paling laku di jual?

Dengan mengetahui karakteristik customer kita, maka kita bisa menargetkan pasar yang memiliki karakter dan kesukaan yang sama dengan customer existing kita sekarang ini.
Selain itu, kita juga bisa mengembangkan pelayanan dan kualitas produk sesuai dengan keinginan customer, sehingga mereka akan menjadi pelanggan tetap kita dan melakukan repeat order.

*d. Melakukan research terhadap competitor* 
Mempelajari tentang competitor kita juga merupakan suatu langkah yang penting dalam membantu kita untuk lebih mengenal target market kita. Kita bisa tahu siapa saja target market competitor kita, siapa customer mereka saat ini, sehingga kita bisa menemukan niche market kita.

Kita perlu menemukan apakah masih ada peluang untuk menonjol diantara para pesaing?
Apakah ada target market yang belum mereka jangkau?
Adakah cara kita membedakan diri kita dan memberikan penawaran yang unik?

Ada beberapa tanda kita dapat masuk ke niche market dan menjadi berhasil, meskipun sudah ada competitor disana, misalnya kualitas yang rendah, kurangnya transparansi, kurangnya iklan berbayar, dan sebagainya.

Akan mudah bagi kita untuk bersaing dan unggul jika competitor kita tidak memiliki kualitas produk atau layanan yang baik, produk yang berkualitas rendah, pembuatan website yang tidak memuat konten yang detail dan berkualitas tinggi, tidak beriklan, dll

*e. Melakukan analisa produk atau servis yang kita jual* 
Kita perlu membuat daftar feature dan spesifikasi dari masing-masing produk atau jasa yang kita tawarkan.

Buat juga secara detail apa saja keuntungan yang didapat oleh customer kita.

Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk atau jasa kita dapat memenuhi kebutuhan konsumen kita dan bertahan di pasaran dan terus melakukan perbaikan-perbaikan.

*f. Test market dan evaluasi* ✔
Setelah melakukan hal-hal diatas dan melengkapi semua informasi yang kita butuhkan, hal penting yang harus kita lakukan adalah masuk ke pasar dan melakukan evaluasi.

Kemudian kita perlu menganalisis apakah penjualan yang kita lakukan telah berhasil?

Kita juga bisa melakukan survey dan meminta feedback dari para pelanggan kita.

Kita juga harus selalu melakukan evaluasi secara berkala untuk semakin meningkatkan kualitas dan layanan produk atau jasa yang kita tawarkan.

*3. MENDEFINISIKAN SEGMENT MARKET*
Segmentasi pasar yaitu *membagi-bagi pasar kedalam berbagai kelompok pembeli yang berbeda-beda yang mungkin membutuhkan produk atau pemasaran yang berbeda*

Melalui segmentasi, kita dapat mengidentifikasi niche market dengan kebutuhan khusus, menemukan pelanggan baru, dan melakukan pemasaran yang lebih terfokus dan efektif.

Beberapa contoh segmentasi :

*a. Demografis*
Pengelompokan demografis didasarkan pada statistik yang terukur, misalnya :
1. Jenis kelamin
2. Usia
3. Tingkat penghasilan
4. Status perkawinan
5. Pendidikan
6. Latar belakang etnis, budaya, agama
7. Dll
Contoh : Bisnis fashion hijab menargetkan wanita muslim sebagai consumernya

*b. Geografis*
Segmentasi geografis melibatkan segmentasi pasar berdasarkan lokasi, misalnya
1. Wilayah
2. Negara (jika bisnis kita bersifat internasional)
3. Provinsi / Negara bagian
4. Kota
5. Iklim
6. Lingkungan
7. Dll
Segmentasi geografis bergantung pada gagasan bahwa kelompok konsumen di wilayah geografis tertentu mungkin memiliki kebutuhan produk atau layanan tertentu.

Contoh : Bisnis pakaian dingin menargetkan penduduk yang tinggal di negara bersalju.

*c. Psikografis*
Sementara demografi menjelaskan ‘siapa’ pembeli kita, psikografis memberi tahu kita ‘mengapa’ pelanggan kita membeli. Segmentasi psikografis membagi target market berdasarkan :

1. Value/nilai yang di anut
2. Karakter pribadi
3. Kelas sosial-ekonomi
4. Kepribadian (personality)
5. Sikap (attitudes)
6. Ketertarikan (interest)/hobby
7. Preferensi gaya hidup (lifestyle)
8. Dll
Sebagai contoh :
Value / Nilai yang di anut = customer yang memiliki kepedulian akan lingkungan yang tinggi akan lebih memilih membeli produk dengan bahan yang ramah lingkungan
Lifestyle : Bisnis supplement fitness untuk orang-orang yang memiliki hobby berolahraga

*4. MELAKUKAN TARGETING*
Targeting merupakan tindakan *memilih salah satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki, dan menjadikan kelompok tersebut sebagai customer kita.*

Setelah kita tahu tentang segment pasar yang dapat kita masuki, kemudian kita bisa mulai menentukan target market yang tepat untuk produk atau jasa yang kita tawarkan.

*5. MENENTUKAN POSITIONING*
Pengertian positioning menurut Solomon, dan Elnora (2003, p235), adalah *mengembangkan strategi pemasaran yang bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar tertentu memandang sebuah barang atau jasa dibandingkan dengan competitor*

Berikut sebuah ilustrasi berkaitan dengan positioning yang diambil dari buku Miss Merry Riana “A Gift From A Friend” :

Ada 3 kaleng Coca-Cola. Ketiga kaleng ini diproduksi di pabrik yang sama.
Ketika hari distribusi, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Coca-Cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

1⃣ Perhentian pertama adalah pasar lokal.
Kaleng Coca-Cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan banyak kaleng Coca-Cola lainnya dan diberi harga Rp 4.000

2⃣ Perhentian kedua adalah di supermarket.
Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp 10.000

3⃣ Perhentian terakhir adalah di hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng Coca-Cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan hotel. Dan jika dikeluarkan, kaleng ini akan dikeluarkan bersama dengan gelas Kristal berisi es batu. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng Coca-Cola itu, menuangkannya ke dalam gelas, dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan tersebut. Harganya Rp 60.000

Dapat kita lihat bahwa dengan saluran distribusi yang berbeda-beda pun, dapat menentukan “positioning” Coca-Cola.

Padahal meskipun diproduksi di pabrik yang sama, diantar oleh truk yang sama, dan bahkan ketiganya memiliki rasa yang sama, ketiga kaleng Coca-Cola tersebut dinilai berbeda sehingga dapat memiliki harga yang berbeda pula.

Untuk lebih gampang memahami, mari kita lihat case study dari Restoran McDonald’s 

*CASE STUDY : MCDONALD’S* 
Restoran McDonald’s didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Richard dan Maurice (Dick dan Mac) yang kemudian dibeli oleh Ray Kroc, saat ini Restoran McDonald’s adalah salah satu jaringan makanan cepat saji terbesar di dunia dan merupakan salah satu contoh paling sukses dalam menerapkan target marketing.

Restoran McDonald’s memfokuskan pada makanan cepat saji yang bisa diterima oleh semua kalangan konsumen, baik anak-anak, remaja, dan dewasa dengan memberikan berbagai keunikan dan kemudahan, menawarkan berbagai produk dan fasilitas, misalnya tempat bermain, wifi, happy meals, drive thru, layanan delivery, acara ulang tahun, buka 24 jam, dan lain sebagainya yang menunjang kebutuhan masyarakat yang dinamis.

Produk mereka pun sangat bervariasi, dan dipadukan dengan rasa lokal yang cukup popular di masing-masing negara bersangkutan dan selalu menciptakan menu baru yang digemari oleh konsumen dari berbagai negara sehingga tercipta loyalitas dari konsumennya.

*SEGMENTASI*
**Geografis :*
Restoran McDonald’s terletak hampir di seluruh dunia. Restoran ini menawarkan makanan siap saji untuk semua kalangan dengan memadukan hidangan lokal favorite tempat McDonald’s berada.

*Demografis :*
*Restoran McDonald’s menjangkau semua kalangan, baik dari yang berpendapatan rendah, menengah, serta menengah ke atas, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa
*Psikografis :*
*Restoran McDonald’s menawarkan berbagai fasilitas dan menu makanan yang menarik, variatif dan berkualitas. Contohnya, menyediakan drive thru, menyediakan fasilitas merayakan ulang tahun untuk anak-anak, membuka layanan selama 24 jam agar konsumen dapat mengunjungi setiap saat, delivery yang cepat, dan ini mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinamis.

*TARGET MARKET*
*Target pasar dari Restoran McDonald’s adalah anak-anak, remaja, orang dewasa, baik pria dan wanita, dari berbagai profesi dan kalangan yang mempunyai kebutuhan akan makanan cepat saji dengan berbagai fasilitas menarik dan kualitas produk yang baik

*POSITIONING*
*Restoran McDonald’s diarahkan sebagai restoran cepat saji yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan usia. Bahkan saat ini McDonald’s dijadikan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga, teman, ataupun kolega.

Semoga bermanfaat.

Source : Edventure by Merry Riana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!