Evolve Our Money Mindset – Mengembangkan Pola Pikir Kita Mengenai Uang 

Uang adalah akar kejahatan!

Banyak orang kaya yang hidupnya tidak bahagia!

Tidak perlu punya uang banyak, yang cukup – cukup saja. Yang penting tidak hidup dalam hutang.

*Seringkah kita dengar kalimat ini? Apakah Anda setuju akan pernyataan itu?*

Coba bayangkan sebuah pisau

Jika digunakan untuk memotong sayur, maka pisau menjadi alat yang sangat berguna. Kebalikannya, jika pisau tersebut digunakan untuk melukai orang, maka pisau tersebut menjadi alat yang jahat.

Sama seperti uang , pisau dan uang sama-sama hanyalah sebuah *alat*. Alat tersebut menjadi berguna atau menjadi jahat tentu tergantung dari orang yang menggunakannya.

*Sampai sini, apakah kita semua sudah memiliki mindset yang sama?*

Permasalahan yang sesungguhnya yang terjadi adalah bagaimana *keyakinan kita terhadap diri kita sendiri*

*90% dari permasalahan akan uang yang terjadi adalah karena permasalahan pikiran kita.*

Ada 2 hal mendasar yang membuat seseorang menjadi miskin :

*1. Hal pertama, ia tidak benar-benar ingin menjadi kaya*
Banyak yang secara alam bawah sadar tidak ingin menjadi kaya. Mereka memiliki dompet psikologis yang kecil.

Membingungkan yah? Siapa sih yang tidak mau menjadi kaya?
Tapi itulah kenyataannya.

Dari luar kelihatannya pengen sekali menjadi kaya, namun secara alam bawah sadar, mereka bingung akan keinginan mereka yang sesungguhnya.

Hal ini dikarenakan banyak yang tidak yakin akan kemampuan diri sendiri, ditambah pemikiran negative mereka akan uang yang tidak benar :
➡ “Orang kaya itu jahat”
➡ “Banyak orang kaya yang memiliki banyak penyakit”
➡ “Kita tidak akan pernah tahu apakah jika kita menjadi kaya, orang lain berteman pada kita dengan tulus atau untuk uang kita.”
➡ “Orang kaya akan berada di daftar pajak tertinggi dan harus memberikan uang kita kepada pemerintah.”
➡ “Orang kaya akan terlalu banyak pekerjaan.”
➡ “Orang kaya selalu jadi sasaran rampok.”
➡ “Orang kaya bisa stress, hidupnya tidak bahagia.”
➡ “Orang kaya terlalu banyak tanggung jawab. Orang kaya harus mengelola semua uang yang ada. Orang kaya harus benar-benar memahami investasi. Orang kaya harus khawatir tentang pajak, perlindungan aset, dan harus menyewa akuntan dan pengacara yang mahal.”
➡ Bisnis itu banyak curangnya
➡ Uang menyebabkan pertengkaran keluarga, dll.

Hal ini dapat menyebabkan mereka mereka terjebak pada rantai kemiskinan.

Semoga dari kita tidak ada yang berpikir demikian yaa

*2. Hal kedua, mereka tidak memiliki financial literacy / kemampuan dalam mengelola uang*

Mereka tidak tahu bagaimana caranya uang bekerja. Dan mereka tidak tahu bagaimana mengembangkan uang yang mereka peroleh.

Memang, di sekolah tidak pernah mengajarkan bagaimana cara uang bekerja, dan merekapun tidak pernah mencari tahu dan meningkatkan _financial literacy_ nya.

Hal ini dapat berakibat fatal, mereka dapat kehilangan kesempatan dalam meningkatkan kekayaan dan bahkan parahnya, uang yang telah didapatkan mungkin bisa hilang jika tidak mengaturnya dengan baik

Jika kita tidak mengubah gambaran diri kita dalam benak kita, hampir tidak mungkin kita bisa menjadi kaya.

Bahkan meskipun kita punya semua kemampuan, koneksi, mendapatkan uang yang sangat besar jumlahnya, jika keyakinan terhadap diri kita sendiri masih salah dan dompet psikologis kita masih kecil, _We’ll lose it all again_.

*Karena bagaimana kita bisa sukses dan bisa kaya raya jika mindset negatif seperti ini masih tertancap di pikiran kita?*

Jadi apa yang bisa kita lakukan?

*1. PERBESAR DOMPET PSIKOLOGIS KITA*

Anak : “Ma, mau beli mainan ini dong”
Mama : “Tidak boleh, kita tidak punya uang”
Anak : “Tapi Ma, mainannya bagus banget”
Mama : “Tadi mama kan uda bilang, kita ngga punya uang. Kita ini miskin. Mau makan aja susah, mana punya uang untuk beli mainan?”

Dan hasilnya : Anak kecil tersebut secara alam bawah sadar merekam bahwa dirinya miskin, dan ketika ia tumbuh dewasa, itulah yang ada di pikirannya.

Mungkin ada dari kita yang selagi kecil secara tidak sengaja “dilatih” memiliki dompet psikologis yang kecil.

Dalam diri kita mungkin telah terprogram suatu tingkat pendapatan atau kekayaan dengan jumlah tertentu, yang mungkin jumlahnya kecil atau biasa-biasa saja.

Karena jumlah ini adalah dompet psikologis kita (atau comfort zone kita), kita tidak dapat membayangkan diri kita menjadi seorang milyuner. 🤨

Tapi kabar baiknya, kita dapat mengubah hal itu. *Kita dapat memperbesar dompet psikologis kita!*

Bagaimana caranya? *Mulailah berimajinasi!*

Mulai dari imajinasikan diri kita mendapatkan uang 2x lipat dari sekarang. _Get comfortable with that._

Imajinasikan bahwa kita tidak menghabiskan uang kita, tapi kita tabung dan investasikan dan imajinasikan uang kita berkembang.
Imajinasikan kita punya bisnis yang sukses dan berkembang.
Imajinasikan diri kita sebagai seorang investor

Dan lakukan imajinasi ini SETIAP HARI, it’s powerful!

*2. MILIKI MENTAL KELAS KAYA*

Mungkin di antara kita, ada yang mendefinisikan kekayaan bukanlah uang, tapi adalah relasi dengan Tuhan, keluarga, atau teman-teman kita.
Tapi tentunya memiliki uang juga suatu hal yang penting, betul?
Mau romantic dating dengan pasangan Anda , tentu Anda butuh uang kan yah?

Nah, oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mendefinisi kekayaan finansial yang Anda inginkan.

*Tentukan dari sekarang hidup seperti apa yang ingin Anda ingin jalani!*
*Dan ini penting dilakukan karena *pilihan di tangan Anda.*

Mari kita kenali lebih dulu kategori kelas mental :

*1) MENTAL KELAS MISKIN*
*Apakah tujuan besar orang bermental miskin? Untuk bisa bayar tagihan tepat waktu saja adalah anugerah!”
Sekali lagi, kita ingat tentang kekuatan niat.

Ketika niat kita memiliki cukup uang untuk membayar tagihan, itulah tepatnya jumlah yang akan kita terima, yaitu cukup untuk membayar tagihan dan tidak sepeser pun lebih banyak.

*2)  MENTAL KELAS MENENGAH*
*Orang kelas menengah juga tidak terlalu berbeda.
*Tujuan besar mereka dalam hidup mereka hanyalah ingin “nyaman.”
Orang bermental kelas menengah masih dapat membayar semua tagihan dan memiliki tabungan untuk masa depan.
Sayangnya, ada perbedaan besar antara merasa nyaman dan menjadi kaya. Dan menariknya, di kategori inilah banyak sekali orang terperangkap.

*3) MENTAL KELAS KAYA*
*Tujuan dari orang-orang yang benar-benar kaya adalah memiliki kekayaan besar dan kelimpahan. Bukan hanya sedikit uang, tetapi BANYAK uang.
Mereka bisa hidup lebih daru cukup dan bisa menggunakan kekayaan mereka sebagai *sumber berkat* bagi orang lain.

Jangan takut menjadi kaya karena dengan kekayaan memiliki banyak peluang yang tidak bisa dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi miskin.

Kekayaan bukan hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi seperti jalan-jalan keliling dunia, rumah mewah, dan lain sebagainya, tetapi terdapat *banyak kebaikan* yang bisa dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.

Oprah Winfrey menggunakan kekayaannya untuk mendirikan berbagai yayasan yang bertujuan menolong  orang lain. Ia mendirikan rumah sakit, lembaga riset penderita AIDS, berbagai sekolah, klinik bagi penderita ketergantungan obat, dan klinik orang cacat.

Pada tahun 2007, Oprah menghadiri peresmian sekolah bagi anak perempuan di Hanley-on-Klip, salah satu daerah di luar kota Johanesburg, Afrika Selatan. Ia menyisihkan sekitar 340 milliar rupiah kekayaannya dan mengajak pemirsa acara talk-show nya membangun sekolah tersebut.

Kalimat yang diucapkannya kala itu, “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak perempuan, kita akan mengubah bangsa ini.”

*Kenyataannya, ketika orang biasa sibuk mengatakan bahwa kekayaan selalu mengundang keburukan, orang kaya telah menyebar kebaikan dimana-mana.*

*Hidup seperti apakah yang ingin kita jalani?*
*Hanya biasa-biasa saja atau hidup yang luar biasa sehingga dapat menjadi sumber berkat bagi orang lain?*

*3. HIDUPLAH UNTUK MENANG*

*Menjalani kehidupan bisa difilosofikan seperti bermain game, ada yang berjuang untuk menang, ada pula yang berjuang untuk sekedar tidak kalah.
Semua orang bermain dalam permainan kehidupan namun bagaimana mindset dalam permainan tersebut sangat mempengaruhi hasilnya.

*Menurut Anda, siapa yang akan lebih sukses: Orang yang berjuang untuk MENANG atau orang yang berjuang untuk TIDAK KALAH?*

Sebagian besar orang akan menjawab: *orang yang berjuang untuk menang.*

Tapi kenyataannya masih banyak orang yang pada praktiknya hanya menjalani hidup untuk *sekedar TIDAK KALAH*.

Orang-orang ini adalah orang berpikir yang penting bisa makan setiap hari, yang penting bisa bayar tagihan dan cicilan tepat waktu, yang penting aman-aman saja. Dan ya, itulah yang persis ia dapatkan. _You get what you ask!_

Ada perbedaan BESAR antara hidup untuk MENANG dan hidup untuk sekedar TIDAK KALAH.

Orang yang hidup untuk menang akan berjuang mengeluarkan potensi diri untuk meraih pencapaian terbaik dalam dirinya. *Orang-orang ini akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehidupan idamannya.*

Sedangkan orang-orang yang menjalani hidup untuk sekedar TIDAK KALAH, mereka hanya fokus pada rasa aman. Mereka tidak berani mengeluarkan potensi terbesar dalam dirinya karena kuatir hal tersebut akan membawanya keluar dari zona aman dan nyaman.

*Mau jadi yang manakah kita? Hidup untuk MENANG atau hidup untuk sekedar TIDAK KALAH?*

*4. TUNDA KESENANGAN SEMU*

*Rahasia psikologi investasi yang pertama ala Warren Buffet adalah hidup sangat sederhana dan jangan menghamburkan uang. Tabunglah sebanyak mungkin pendapatan Anda untuk kemudian diinvestasikan sehingga uang Anda bisa berkembang.
Sungguh luar biasa, meski Buffet dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia, namun ia masih tinggal di rumahnya  yang sederhana.

Buffet berprinsip, sebagian besar penghasilannya, ia belikan saham agar asetnya terus bertumbuh. Buffet membelanjakan uangnya untuk membeli aset, sehingga kekayaannya bertambah. Selain itu, Buffet juga sangat menghindari pembelanjaan dan liabilitas (utang).

Bagaimana dengan kita? Para ahli ekonomi mengungkapkan menjamurnya mall, gadget, atau fashion, membuat kita kerap tergoda bersikap konsumtif. Sebenarnya tidak masalah jika kita mau menikmati hasil jerih payah Anda untuk bersenang-senang. *Namun, sebaiknya tunda kesenangan yang mahal.*

Pepatah mengatakan “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. *Tunda kesenangan dan terus membangun aset.*

*5. FOKUS PADA NET WORTH*

**Orang kaya fokus pada net worth, sedangkan orang miskin fokus pada income.*

Net worth adalah keseluruhan jumlah aset yang sudah dikurangi dengan seluruh jumlah hutang. Sedangkan income adalah pendapatan.
Orang-orang terkaya di dunia dinilai dari asset bukan dari income bulanannya. Tapi ingat, ada satu asset yang tidak diperhitungkan secara finansial tapi sebetulnya asset inilah yang nilainya paling berharga, yaitu *diri kita sendiri.*

*6. TINGKATKAN KETERAMPILAN KITA*

*Cara pertama untuk meningkatkan net worth (kekayaan) kita adalah *mulai dengan investasi pada diri sendiri.*
Bagaimana caranya? Baca buku, dengarkan audio book, berkumpul dengan komunitas yang bertujuan sama, ikut workshop, cari mentor, dan lain sebagainya.

Mindset, ilmu, dan pengalaman yang kita dapatkan melalui berbagai cara itulah yang menjadi modal untuk membangun asset selanjutnya.

Setuju?

*[ACTION TO DO]* ✍

 

  1. Ambil keputusan sekarang untuk *WIN THE LIFE GAME*, bukan sekedar TO NOT LOSE. It’s a big difference!
  2. Tunda kesenangan saat ini untuk mendapatkan kesenangan jauh lebih besar setelah sukses.
  3. Dekatkanlah diri dengan lingkungan yang membawa kita lebih dekat dengan tujuan. Lingkungan sangat mempengaruhi!
  4. Aset terbesar adalah diri kita sendiri. Investasikanlah ilmu dan hal positif lainnya, maka asset lainnya akan mengikuti.
  5. Tuliskan net worth yang ingin kita capai dalam waktu 5 tahun ke depan. Tuliskan juga berapa net worth kita saat ini. Buat perencanaan bagaimana kita dapat mencapai net worth yang kita inginkan dalam waktu 5 tahun tersebut.
  6. Selalu bersyukur dan jadilah bijak dalam mengelola uang.

 

Simak Video Spoken Word dari Miss Merry Riana berikut ini :

http://bit.ly/KetikaKamuMerasaGajimuKecil

Source : Edventure by Merry Riana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!