Ilmu Manajemen Proyek di Industri

Ilmu manajemen proyek di industri

Artikel ini akan membahas tentang penerapan beberapa ilmu manajemen proyek di industri khusus-nya di industri migas Indonesia.

Industri migas merupakan industri dengan resiko tinggi dan membutuhkan biaya kapital yang tinggi, karena itu setiap proyek yang akan dilaksanakan harus diseleksi dengan ketat.

Secara umum ada 5 Tahapan dalam menjalankan proyek seperti gambar dibawah ini

5 Tahapan Proyek

A. TAHAP 1 (IDENTIFICATION)dah teridentifikasi di Tahap 1

Dalam tahapan ini, merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi masalah di dalam menjalankan operasi migas. Di tahap ini dibutuhkan pengumpulan data, baik itu data primer maupun sekunder untuk merumuskan masalah yang sedang dihadapi.

B. TAHAP 2 (ALTERNATIVES DEVELOPMENT)

Di tahap ini, tim proyek akan melakukan brainstorming untuk membuat beberapa alternatif untuk menyelesaikan masalah yang sudah teridentifikasi di Tahap 1. Alternatif yang dibuat berdasarkan beberapa kriteria yang ditentukan sebelum-nya misalnya kriteria keselamatan, biaya investasi, keandalan, keekonomian, jadwal proyek, lingkungan, dan lain-lain

C. TAHAP 3 (ENGINEERING)

Di tahap ini dilakukan kajian teknis yang lebih mendalam terhadap alternatif yang dipilih di Tahap 2. Tim proyek akan melakukan detail rekayasa teknis dengan tim ahli dalam menyusun desain, gambar teknis (P&ID, PFD, Plot Plan, One Line Diagram, dll)  perhitungan, data sheet, simulasi dan lain sebagainya. Selain itu, di tahap ini akan dihasilkan perkiraan biaya dan jadwal pelaksanaan proyek dengan memasukkan resiko-resiko yang telah diidentifikasi sebelumnya.

D. TAHAP 4 (EXECUTION)

Di tahap ini, tim proyek sudah memiliki semua proposal lengkap untuk mendapatkan persetujuan pendanaan dari manajemen perusahaan. Setelah mendapatkan dana tersebut, tim proyek akan melakukan proses pengadaaan barang dan jasa serta pelaksanaan proyek sesuai dengna anggaran biaya dan jadwal yang telah disetujui bersama.

E. TAHAP 5 (OPERATION & EVALUATION)

Di tahap ini pelaksanaan proyek telah selesai dan dioperasikan oleh pihak terkait. Selain itu dalam tahap ini dilakukan evaluasi proyek setelah dioperasikan 6 bulan – 1 tahun.

 

MANAJEMEN PROYEK MENURUT PMBOK (Project Management Body of Knowledge)

PMBOK (Project Management Body of Knowledge) adalah standar panduan manajemen proyek yang sudah banyak digunakan di berbagai industri di dunia. Standar ini disusun oleh Project Management Institute (PMI).

Di dalam PMBOK Edisi ke-6 (diterbitkan di bulan September 2017) dijelaskan mengenai 10 Knowledge Areas dalam manajemen proyek seperti gambar dibawah ini

PMBOK Knowledge Areas 6th Ed

Setiap Knowledge Area memiliki Input-Tools-Output. Penerapan ke-10 knowledge area ini begantung dari tahapan-tahapan yang dilakukan oleh tim proyek, misalnya Schedule dan Cost Management lebih diutamakan di tahap ke-4, Communication management harus dilakukan di semua tahapan karena di setiap tahapan tentu memiliki strategy komunikasi dengan stakeholders.

Untuk penjelasan lebih lanjut akan dibahas di artikel berikutnya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!