Manajemen Resiko Keuangan (Protection)

0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

Manajemen Resiko adalah Level kedua dari Pondasi Perencanaan Keuangan. Dalam dunia perencanaan keuangan, manajemen resiko ini adalah berupa Proteksi atau Asuransi. Ada 3 Jenis Proteksi/Asuransi yang penting untuk dimiliki dalam kehidupan keluarga.

1. Asuransi Rawat Inap
Asuransi ini diperlukan untuk pembiayaan biaya rumah sakit maupun perawatan kesehatan. Kenaikan biaya kesehatan setiap tahun bisa melebihi kenaikan inflasi maupun penghasilan seseorang. Menurut Global Medical Trends Survey Report, Willis Towers Watson, bahwa pada tahun 2019-2020 kenaikan biaya pengobatan di Indonesia rata-rata sebesar 31,8% (Nomor 3 tertinggi di Asia). Sehingga diperlukan perlindungan kesehatan untuk mengimbangi kenaikan tersebut sehingga dapat memproteksi Arus Kas Keluarga.

2. Asuransi Sakit Kritis
Jenis Asuransi ini berupa pemberian santunan uang tunai ketika nasabah divonis menderita Sakit Kritis (Kanker, Stroke, Dibetes, dll) dan harus menjalani perawatan dalam jangka waktu lama (tahunan). Santunan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kehidupan keluarga selama nasabah menjalani perawatan sakit kritis yang menyebabkan Tidak Produktif dalam bekerja atau penghasilannya menurun. Jenis Asuransi ini untuk memproteksi Aset Keluarga agar tidak habis untuk biaya hidup dan mencegah dari berhutang.

3. Asuransi Jiwa
Bagi pencari nafkah utama yang berpenghasilan tetap dan memiliki tanggungan (Istri, Anak, Orang tua) sangat disarankan untuk memiliki Asuransi Jiwa agar Tujuan Keuangan Keluarga Tetap Dapat Tercapai Apapun Kondisi-nya. Kita tidak pernah tahu kapan Kepastian Meninggal akan terjadi, persiapkan manajemen resiko keuangan jika hal ini terjadi diluar rencana keuangan kita sehingga kehidupan keluarga yang ditinggalkan tetap sejahtera.

Fungsi lain dari Asuransi Jiwa adalah untuk membentuk Asset Creation” dari Uang Pertanggungan (UP) yang bisa dimanfaatkan oleh ahli waris kita untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ataupun bisa untuk program Wakaf yang manfaat-nya terus mengalir bagi Nasabah Asuransi yang sudah meninggal dunia.

 

Ada 2 (dua) pilihan bagi kita untuk merencanakan ketiga jenis proteksi atau asuransi ini

Pertama, Persiapkan Sendiri atau Self Insurance artinya kita menyiapkan dana maupun aset baik berupa property, tanah, emas, tabungan yang cukup besar untuk membiayai pengeluaran biaya rumah sakit, rawat jalan, tagihan bulanan, dana pendidikan anak jika diperlukan saat kita mengalami sakit dan perlu perawatan di rumah sakit maupun meninggal dunia. Dengan cara ini memiliki kekurangan bahwa waktu yang diperlukan bisa sangat lama karena dana yang dipersiapkan sangat besar (biaya perawatan di rumah sakit bisa mencapai miliaran rupiah untuk penyakit kritis). Hal lainnya kita perlu mengelola aset pribadi yang tentunya memiliki keterbatasan dalam segi waktu maupun kompetensi jika kita tidak memiliki seorang Wealth Planner.

Kedua, Persiapkan Bersama-Sama dengan Asuransi Syariah dengan konsep Tolong-Menolong dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia. Dengan mengikuti Asuransi Syariah maka dana yang perlu kita siapkan untuk ketiga jenis proteksi bisa lebih terjangkau sesuai anggaran Arus Kas kita, bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat jika dibandingkan cara pertama dan akan dikelola secara profesional oleh Pihak Asuransi.

Berikut pertimbangan memilih Asuransi dari Pihak Ketiga jika dibandingkan dengan BPJS dan Self Insurance

#semuamampusejahtera
#financialplanning
#perencanaankeuangan

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!