Marketing Mix

0 0
Read Time:6 Minute, 35 Second

Dalam melakukan strategi pemasaran, biasanya perusahaan menggunakan kombinasi empat variable (4P) yang dikenal dengan istilah Marketing Mix (Product-Price-Place-Promotion).

Keempat variabel ini dapat mempengaruhi response dari konsumen. Berikut ini merupakan pembahasan mengenai empat variabel tersebut.

1. PRODUCT
Agar dapat bersaing, ketika membuat produk, kita bisa memilih satu dari 3 hal yang bisa kita tonjolkan dari produk kita. 3 hal tersebut yaitu:

Price
Apabila memilih bersaing secara harga, maka kita akan menawarkan ke konsumen harga termurah. Contoh perusahaan yang menonjol karena memilih variable “Price” yaitu Lion Air. Lion Air merupakan maspakai penerbangan yang terkenal dengan harga yang murah. Dengan memilih strategi harga, lion air tidak terlalu memperhatikan kecepatan dan kualitas pelayanannya.

Speed
Apabila memilih strategi ini maka kita harus menjadi yang tercepat. Contohnya seperti Pizza Hut Delivery (PHD). Kekhawatiran orang yaitu takut menerima makanan yang lama, namun PHD mengeluarkan garansi apabila diantar lebih dari 30 menit, maka akan mendapatkan pizza gratis. Dengan penerapan garansi tersebut, maka konsumen yang menginginkan makanannya cepat sampai, akan menginggat PHD ketika memesan makanan.

Quality
Contoh perusahaan yang mementingkan kualitas yaitu Garuda Airlines. Garuda mementingkan kualitas pelayanannya. Jadi walaupun harganya lebih mahal dibanding maskapai lain, dan jam tempuhnya juga sama dengan yang lain. Tapi beberapa konsumen akan memilih Garuda karena pelayanannya yang ramah dan baik.

Tips : Untuk di awal, lebih baik kita memilih antara 3 hal tadi yaitu Price, Speed atau Quality dari produk kita yang akan ditingkatkan. Apabila kita sudah dikenal dan sudah menjadi perusahaan yang sangat besar, baru kita memilih 1 hal lagi yang akan ditingkatkan.

2. PRICE
Secara umum, metode penetapan harga terbagi menjadi 3, yaitu:
a. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
Penetapan Harga Biaya Plus
Pada metode ini, harga jual didapatkan dengan menjumlahkan biaya produksi dengan nilai keuntungan yang diinginkan.

Harga Jual  = Biaya Total + Margin
Misalnya:
Anda memiliki usaha menjual baju. Dalam memproduksi 20 baju, memerlukan bahan baku kain senilai 600 ribu, biaya operasional untuk menghasilkan 20 baju tersebut (meluputi gaji karyawan, listrik, dll) sebesar 400 ribu, jadi total biaya yang dibutuhkan yaitu 1 juta.
Jika Anda menginginkan margin keuntungan sebesar 30%, maka harga jualnya yaitu:

Harga Jual = Biaya Total + Margin
= Rp 1.000.000 + (30% x Rp 1.000.000)
= Rp 1.300.000 (harga jual 20 baju)
Maka, harga jual per baju yaitu = Rp 1.300.000 / 20 =  Rp 65.000,-/baju

Penetapan Harga Mark-Up
Dalam metode ini, harga jual ditentukan dari Harga Pokok Pembelian per unit ditambah (mark-up) dengan jumlah tertentu.

Harga Jual = Harga Beli + Mark-up
Misal: Anda menjual jam tangan. Anda membeli jam tangan tersebut dari supplier seharga 650 ribu, dengan mark-up 150 ribu. Maka harga jualnya yaitu:
Harga Jual = Harga Beli + Mark-up
= Rp 650.000 + Rp 150.000
= Rp 800.000,-
Maka, harga jual jam tangannya yaitu = Rp 800.000,-
Sebagian dari mark-up yang ditentukan digunakan untuk menutupi biaya yang dikeluarkan.

b. Penetapan Harga Berdasarkan Harga Kompetitor
Penetapan harga pada metode ini dilakukan dengan melihat harga kompetitor sebagai referensi. Metode ini cocok digunakan untuk produk yang banyak tersedia di pasaran / produk standar dengan kondisi pasar oligopoli. Dalam metode ini, untuk menarik konsumen dilakukan dengan cara perang harga. Diharapkan dengan menetapkan harga yang murah dapat menarik minat konsumen lebih banyak lagi, akibatnya margin yang didapat menjadi lebih sedikit. Contohnya disini yaitu barang yang dijual di pasar swalayan atau minimarket.

c. Penetapan Harga Berdasarkan Harga Permintaan (Demand-Based Pricing)
Pada metode ini, penetapan harga jual dilakukan berdasarkan persepsi konsumen terhadap value dari produk atau jasa yang kita jual. Mintalah kepada konsumen untuk memberikan pernyataan berkaitan dengan kualitas produk, dimana konsumen merasa harga terlalu mahal, merasa mahal, merasa murah, atau merasa terlalu murah.

3. PLACE
Salah satu faktor penentu usaha untuk yang berbisnis offline yaitu Lokasi.

Lokasi yang strategis bisa mempengaruhi produk atau jasa yang kita tawarkan.
Berikut ini merupakan beberapa tips untuk memilih lokasi:

Mudah terlihat
Keterlihatan tempat usaha kita akan membuat usaha kita lebih cepat dikenal. Terutama jika usaha yang dijalankan adalah ritel, consumer goods atau fashion yang membutuhkan tempat yang mudah terlihat sehingga dapat menarik konsumen dan dapat mengurangi biaya promosi.

Akses
Cara akses ke lokasi kita sangat penting, misal kita dapat melihat bagaimana akses kendaraan ke lokasi kita?
Apakah satu arah atau dua arah?
Apakah semua kendaraan boleh melewati jalur tersebut?

Dengan memilih lokasi yang banyak orang lalu lalang dan akses yang tidak rumit membuka peluang untuk konsumen berkunjung ke tempat kita.

Dekat dengan target market
Setelah kita mempelajari dalam menentukan target market pada sesi sebelumnya, kita bisa memilih lokasi dimana target kita itu berada.

Misalnya apabila target market kita kalangan middle-up, maka kita bisa memilih lokasi pemukiman elite.

Membuka usaha dekat dengan target market kita dapat mempermudah mereka untuk mengunjungi tempat usaha kita karena dapat menghemat waktu dan biaya.

Harga Sewa
Lokasi yang strategis akan mematok harga sewa yang mahal, hal ini yang harus kita pertimbangkan.
Sebelum mulai menentukan lokasi yang mau kita sewa, kita harus cermat menghitung proyeksi penjualan terlebih dahulu, karena biaya sewa yang tinggi akan menggerus profit kita.

Lingkungan sekitar tempat usaha
Kondisi lingkungan sekitar akan mempengaruhi image bisnis kita.

Contohnya apabila kita membuka usaha kuliner, maka lebih baik tetangga kita membuka usaha kafe, restoran, atau toko buku.

Jangan memaksakan membuka usaha kuliner yang dekat dengan bengkel atau menjual bahan bangunan.

4. PROMOTION
Promosi bertujuan untuk memperkenalkan produk atau jasa yang kita tawarkan kepada konsumen.
Berikut ini merupakan beberapa manfaat dari promosi yang dilakukan:
– Customer Loyalty*: untuk meningkatkan loyalitas konsumen agar tidak beralih ke kompetitor kita
Media Komunikasi: untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau calon konsumen kita.
Trial and Repeat Buying: dengan melakukan promosi akan meningkatkan pembelian oleh konsumen baru ataupun konsumen yang sudah pernah membeli produk atau jasa kita.
Branding: promosi dapat meningkatkan “Brand Awareness” agar dapat menjadi “Top of Mind” pada konsumen.

Ada 5 Jenis dari Promosi, yaitu:

1. Advertising (Periklanan)
Advertising yaitu bentuk *promosi yang menggunakan media tertentu*
Contoh dari advertising misalnya: poster, brosur, iklan televise, spanduk, dll. Tujuan dari advertising yaitu:
– Memungkinkan penjual untuk berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus
– – Menyebarkan informasi mengenai produk yang ditawarkan, atau mengenai perusahaan kita
– Memungkinan penjual untuk mendramatisir produk atau perusahaannya melalui penggunaan cetakan, suara dan warna yang menarik perhatian.

2. Personal Selling
Personal Selling merupakan *cara promosi dengan bertatap muka secara langsung*
Contohnya misal bisa salesman langsung datang ke rumah atau dengan mengadakan workshop. Tujuan dari personal selling yaitu:

– Melakukan hubungan langsung dengan pembeli sehingga kita bisa mengetahui kebutuhan konsumen.
– Melihat tanggapan konsumen.
– Membangun hubungan dengan konsumen, baik hubungan bisnis maupun hubungan personal yang erat.

3. Sales Promotion
Sales Promotion merupakan kegiatan promosi yang mendorong efektifitas pembelian konsumen dengan menggunakan alat seperti peragaan, pameran, demonstrasi dan sebagainya, juga potongan harga seperti diskon pembelian produk.
Contoh dari sales promotion seperti:
– Pemberian sampel barang
– Kupon berhadiah
– Potongan harga
– Peragaan, memamerkan barang-barang pada waktu, tempat dan situasi tertentu

Semua sales promotion bersifat mempengaruhi secara psikologis.

Perusahaan besar rata-rata akan menaikan harga kemudian menurunkannya seolah-olah produk yang dijual sedang masa diskon atau cuci gudang.

Cara lainnya dapat dilakukan dengan menetapkan harga tidak bulat untuk meningkatkan penjualan, misalnya Rp 1.999.000,00 untuk harga produk Rp 2.000.000,00.

4. Public Relations
Public Relation merupakan *sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat.*

Keuntungan dari public relations yaitu:
– lebih dipercaya konsumen, karena bukan berupa iklan, melainkan berita
– Bisa menjangkau orang lebih luas yang tidak suka melihat iklan
– Tanpa biaya, jadi jauh lebih murah
– Dapat ditempatkan pada posisi yang mencolok, misalnya halaman depan surat kabar

Public relation bisa dilakukan misalnya dengan melakukan kegiatan sosial yang memiliki nilai positif di mata masyarakat dan dilakukan dengan menggunakan atribut perusahaan.

5. Direct Marketing
Direct marketing contohnya dapat dilakukan dengan direct mail, telemarketing, pemasaran melalui catalog, dll.

Direct marketing bisa dikembangkan oleh perusahaan karena merupakan strategi promosi yang interaktif untuk menghasilkan tanggapan langsung dari konsumen.

Dengan menggunakan teknik ini, perusahaan akan mampu menciptakan hubungan baik dengan pelanggan.

Salah satu direct marketing yang dapat digunakan adalah melalui website, karena dapat menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang jauh lebih murah. Terutama perkembangan internet yang saat ini makin luas dan semakin cepat.

Reference : Edventure by MRLC

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!